Cerutu: Sebuah Kearifan Lokal dari Zaman Belanda

Cerutu tidak hanya sekedar produk yang dihisap untuk dinikmati rasa dan aromanya, di balik itu sebuah cerutu sangatlah bernilai. Kearifan lokal cerutu Indonesia yang dimasyarakatkan memiliki nilai sejarah yang begitu penting untuk dikenang dan dilestarikan sejak masa perkembangannya. Hal tersebut membuat cerutu harusnya tidak dinikmati sebatas dari rasanya, tetapi juga esensi sejarah yang diperkenalkan pada bangsa ini.

Sejak zaman penjajahan Belanda, hasil pertanian tembakau mulai dikembangkan dan dijadikan produk cerutu yang akhirnya dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tragedi yang mengawali lahirnya sebuah cerutu bukan didasari oleh sebuah kenikmatan seperti yang dirasakan para penggemar cerutu di masa kini. Banyak darah dan nyawa yang dihabiskan untuk sebuah cerutu yang dihasilkan di tanah jajahan yang kaya jika dibandingkan Eropa.

Related image

Belanda adalah negara yang berperan penting dalam memperkenalkan cerutu ke Indonesia, dan melatih para pekerja untuk membudidayakan tanaman tembakau. Pembudidayaan tanaman ini tujuan utamanya adalah untuk dijadikan produk cerutu yang bisa dipasarkan di Eropa dan di seluruh dunia. Bertepatan dengan politik tanam paksa yang ada di Jawa dan Sumatera Utama, produk cerutu ini berkembang.

Penikmatnya di lingkup lokal nusantara hanyalah para bangsawan dan para borjuis Belanda saja sehingga membuat cerutu berkaitan erat dengan sistem kelas. Tidak hanya di zaman kemerdekaan saja, namun hingga kini penikmat cerutu selalu dinilai berdasarkan kelas dan merk. Sejarah dan kualitas cita rasa lokal tidak terlalu penting jika tidak membawa merk level tinggi di tingkat dunia.

Jika melihat sejarah di balik sebuah cerutu, harusnya para konsumen cerutu di Indonesia lebih memilih cerutu lokal Indonesia sebagai kearifan lokal.  Namun, tidak sedikit dari mereka justru lebih memprioritaskan cerutu impor yang dianggap sebagai high level.

Cerutu Indonesia Punya Daya Saing Berkualitas Dunia

Berbagai merk cerutu ternama dan paling terkenal di dunia dulunya berasal dari negara-negara terjajah salah satunya dari Indonesia. VOC sebagai sebuah perusahaan dagang Belanda bisa mengambil peluang besar yang berasal dari tanah emas di Indonesia saat itu. Suburnya tanah yang sesuai untuk berbagai macam jenis tanaman pertanian, dilihat sebagai peluang untuk membudidayakan tembakau super.

Usaha VOC untuk memanfaatkan kekayaan tanah nusantara pun berhasil, produksi tembakau dan cerutu dari Indonesia menembus perdagangan pasar dunia. Banyaknya keberhasilan hasil panen tembakau menjadi salah satu prestasi VOC untuk nusantara, yang kemudian diambilalih juga oleh Indonesia. Hasilnya, Indonesia meraih banyak keuntungan, namun hanya beberapa perusahaan lokal dari zaman VOC itu bertahan

Cerutu lokal hasil tanam paksa Belanda dulunya menjadi komoditas ekspor nomor satu di dunia, tapi sekarang hanya tinggal namanya. Dan sejak saat itulah kearifan lokal cerutu Indonesia yang dimasyarakatan mulai dibangun kembali untuk dilestarikan. Prosesnya di beberapa tempat bisa dibilang tidak mudah, mengingat lahan juga dijadikan sebagai taruhan, maka kerjasama di sini sangat diperlukan.

Produksi cerutu lokal Indonesia tidak henti-hentinya meningkatkan kualitas di tingkat internasional, salah satunya seperti BIN Cigar. Meskipun prioritas utama dari diproduksinya cerutu adalah pemasaran di tingkat internasional, tetapi sasaran lokal juga tidak kalah penting. Agar masyarakat mengenal serta memberi perhatian pada pengembangan cerutu di Indonesia.

Bukan hanya kearifan lokal cerutu yang dimasyarakatkan yang dapat membuat banyak perusahaan  cerutu Indonesia bertahan. Tetapi juga kesadaran konsumsi masyarakat lokal yang harus dialihkan ke tingkat lokal serta tetap meningkatkan pemasaran secara global dengan stabil. Hal tersebut bertujuan agar cerutu Indonesia tidak hanya dikenal di lingkungan luar negeri tetapi juga populer di dalam negeri.

Komoditas Ekspor yang Prospektif

Banyak cerutu populer di dunia yang dijual dengan harga yang mahal, bahkan bisa dibilang menduduki posisi termahal di dunia. Cerutu kualitas terbaik tidak hanya diukur dengan tinggi rendahnya harga yang dijual di pasaran dunia, tetapi dari asal-usul produksinya. Banyak sekali cerutu  dijual dengan harga mahal dan menjadi prioritas konsumen kelas menengah-atas hanya karena harga menunjukkan tingkat kelas.

Image result for cerutu indonesia

Pada kenyataannya, harga cerutu yang mahal tidak bisa digunakan sebagai alat ukur kualitas cerutu yang dipasarkan. Bisa jadi harga cerutu impor mahal karena membawa nama merk terkenal namun asal-usul penentu kualitasnya masih dipertanyakan. Karena kualitas cerutu internasional terbaik bisa diproduksi dari negara-negara tertentu saja yang tanahnya baik untuk tembakau berkualitas, termasuk Indonesia.

Harga cerutu lokal memang sangat beragam, mulai dari harga belasan ribu hingga ratusan ribu per batangnya dengan ukuran yang beragam, namun kualitas jelas terjamin. Karena produknya sudah terkenal sejak masa penjajahan VOC, namun tidak semua kalangan mengerti akan hal itu. Padahal, kualitas merk lokal setara dengan kualitas cerutu internasional yang sudah terkenal sejak dulu, yakni cerutu Havana, Cuba.

Related image

Jika cerutu lokal dibilang sebagai cerutu yang levelnya bukan untuk kelas atas, maka hal tersebut adalah anggapan yang salah. Harganya memang ada yang murah, tetapi kualitasnya jelas bisa disetarakan di kelas dunia. Harga murah diterapkan sebagai bentuk kearifan lokal cerutu yang dimasyarakatkan, artinya agar semua kalangan bisa menikmatinya, bukan kelas atas saja. Produk cerutu Indonesia yang terkenal, salah satunya diproduksi BIN Cigar misalnya, bisa diadu dengan kualitas cerutu di tingkat internasional. Harga cerutu yang ditawarkan untuk lokal mulai dari 60 ribu hingga 2.5 juta, tawarannya berkisar di harga yang murah. Tetapi jangan salah, kualitasnya sangat tidak murahan.

Jangan lupa LIKE dan SHARE artikel ini ya guys.

Salam penikmat cerutu Indonesia!

Silakan LIKE dan SHARE :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.