Cerutu adalah seni. Seni untuk menikmati tembakau yang berkualitas.

Menghisap Cerutu: Cara Bawaan Kolonial Untuk Tampil Elegan

Mungkin dari kita beranggapan bahwasannya pada era kolonial semua rakyat nusantara yang dijuluki sebagai pribumi adalah golongan yang tertindas. Ada juga anggapan bahwa mereka tidak ada yang menjadi pengusaha besar. Padahal pada saat itu sebagian ada yang kaya dan hobi menghisap cerutu.

Image result for bedanya merokok dan menghisap cerutu
wikiHow

Kolonialisme Belanda terutama pada awal abad ke-20 melahirkan pula golongan bourjois dikalangan struktur masyarakat pribumi pada waktu itu. Jadi tidak semua masyarakat pribumi menjadi golongan tertindas pada waktu itu. Bahkan sebagian dari mereka juga menghisap cerutu atau rokok. Para bourjois lebih condong kepada menikmati cerutu daripada rokok.

Sebagaimana  ini terdiri dari para cendekiawan dan para pengusaha. Para cendekiawan pada umumnya lebih banyak pada waktu itu dibandingkan para pengusaha. Mereka banyak membaca buku sambil menikmati cerutu. Mereka juga banyak bekerja pada pemerintah Hindia Belanda. Dari sinilah kebiasaan menghisap cerutu mulai muncul.

Berbeda dengan rokok yang biasa dihisap lebih banyak kaum pribumi, karena kemasannya yang elegan serta harganya mahal, maka hanya kaum cendekiawan yang punya hobi tersebut. Namun seiring berkembangnya zaman hal ini akhirnya menjadi kearifan lokal di Indonesia juga. Itulah perbedaan menghisap cerutu dan rokok jika dilihat dari aspek sosiologi dan budaya.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menghisap Cerutu

Lalu, bagaimana perbedaan cara menghisap cerutu dan rokok jika dilihat dari sisi teknis? Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menghisap cerutu.

  • Coba pertama Kali Cerutu Mild

Cerutu Ringan (Mild), memang pilihan terbaik yang pertama kali mencoba cara merokok cerutu cerutu. Seringkali perokok pemula akan kapok merokok cerutu berat. Karena ada juga kondisi yang dinamakan mabuk cerutu apabila si penggunanya tidak menyesuaikan kemampuan dengan komposisi cerutu.

  • Gunakan Pemotong Cerutu

Pada bagian dalam cerutu ada (dengan berbagai bentuk, pada umumnya adalah lurus, atau dibentuk setengah bulat atau mungkin juga kerucut) bagian yang biasa disebut kepala cerutu. Bagian inilah yang Anda potong dan Anda letakkan di mulut. Bagian ini sengaja dibuat untuk mencegah cerutu terlalu kering.

  • Gunakan Api dengan Benar

Cara berikutnya adalah menyalakan cerutu. Pergunakan penghasil api atau korek kayu untuk menyalakan cerutu. Pilihan terbaik adalah korek api yang menyemburkan nyala biru (korek api bara / laserjet), sehingga tidak terganggu bahkan pada saat ada angin bertiup serta tidak akan mempengaruhi kualitas rasa.

Jangan pernah tergoda untuk menggunakan api dari lilin atau dari kayu bakar. Hal ini akan membuat cerutu Anda dikotori oleh berbagai zat kimia dari lilin atau kayu bakar tadi, apalagi jika Anda menggunakan lilin aromatik, sama sekali hindari hal ini.

  • Menikmati Momen Paling Baik dalam Menyalakan Cerutu

Hidupkan korek api menggunakan satu tangan, kemudian letakkan (minimal) jempol, telunjuk dan jari tengah di pengikat cerutu. Sehingga Anda akan mengerti dan mengetahui perbedaan menghisap cerutu dengan rokok.

  • Cerutu Punya Citarasa Meski Tanpa Dihirup Sampai Paru-Paru

Menikmati cerutu berbeda dengan rokok, karena Anda tidak dianjurkan untuk menghirup cerutu sampai ke paru-paru. Ada perbedaan komposisi serta filter di rokok yang menyebabkannya lebih aman dihisap. Namun cerutu sudah sangat melegakan dan nikmat meski tidak perlu dimasukkan ke paru-paru. Nikmati citarasanya yang khas Indonesia.

  • Teman Cerutu Anda

Teman cerutu yang paling cocok adalah makanan dan minuman favorit. Para anggota komunitas cerutu biasanya memilih kopi robusta hitam ataupun wine yang legit sebagai pendampingnya. Rasanya, meminum kopi dengan cerutu akan membuat sisi eleganitas Anda semakin tertunjang.

Menghisap Cerutu Dibandingkan Menghisap Rokok

Yang dimaksud dengan rokok, adalah sebuah tabung tipis yang terbuat dari kertas dengan isi tembakau didalamnya. Cara menyalakan rokok adalah dibakar salah satu ujungnya, dan dihisap pada ujung yang lainnya.

Sedangkan sebuah cerutu adalah gulungan daun tembakau kering, yang digunakan seseorang untuk merokok. Bentuknya seperti rokok, namun ukurannya lebih besar dan tidak menggunakan kertas sama sekali.

Merokok dengan cerutu sudah ada dari sebelum abad ke-19, dan pada masa itu masih jarang orang yang menghisap rokok  selain dengan cerutu. Memang saat ini peredaran rokok sudah besar dan sudah sampai ke berbagai belahan dunia. Tetapi, cerutu masih banyak dicari karena memiliki keistimewaan tersendiri yang membuatnya spesial.

Namun penikmat cerutu masih tetap ada dan cerutu juga masih tetap dibuat dengan cara yang tradisional. Berbeda dengan rokok yang sudah diproduksi dengan mesin otomatis berkecepatan tinggi, rokok cerutu yang berkelas dan bernilai mahal masih dibuat satu persatu dengan tangan secara manual.

Hal itu bisa anda lihat di Amerika Tengah dan Kuba, seorang pembuat cerutu membanggakan dirinya karena membuatnya ‘totalmente a mano (benar-benar dengan tangan) untuk dapat membuat satu kotak cerutu.

Jika dalam pembuatan rokok hanya menggunakan kertas biasa untuk membungkusnya, dan memang tidak ada yang penting pada kertas itu sendiri. Tidak begitu dengan cerutu, bungkus cerutu (wrapper) merupakan penentu rasa dan kualitas cerutu itu sendiri.

Pembungkus cerutu terbuat dari daun tembakau yang paling lebar yang tersedia dan memiliki kualitas. Sedangkan rokok dibungkus dengan kertas (papir) yang umumnya berwarna putih dan menggunakan tembakau yang telah dicincang dan diproses, sementara cerutu menggunakan seluruh daun tembakau utuh (long filler) namun ada juga cerutu yang menggunakan isian tembakau rajangan (short filler).

Itulah berbagai penjelasan tentang perbedaan menghisap cerutu dengan merokok jika dilihat dari sisi sosial budaya, teknis, dan aturan pakai. Keduanya merupakan produk yang berbeda sehingga tidak perlu membandingkan mana yang lebih baik atau buruk. Karena semuanya adalah soal citarasa dan selera, bukan tentang lainnya.

Silakan LIKE dan SHARE :

One Reply to “Menghisap Cerutu dengan Rokok: Apa Bedanya?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.