Awal Mula Perkembangan Cerutu Indonesia

Cerutu adalah gulungan dari daun tembakau yang dikeringkan dan difermentasikan. Cara menikmatinya dengan membakar salah satu ujungnya dan menghisap asap pada ujung satunya. Dibudayakan oleh beberapa negara misalnya Brazil, Kuba, Mexico, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.

Related image

Van Den Bosch

Mengenalkan tembakau pertama kali oleh Explorer Chistopher Columbus Ke Eropa. Dan dikatakan pertama ditemukannya tembakau oleh pribumi yang menemukan daun – daun kering yang disajikan dan menimbulkan bau aneh. Anak buah Columbus lah yang membawanya pada tahun 1492 yaitu Rodrigo de Jerez dan Luis De Torres.

Ditemukan pertama kali di Amerika Utara dan Selatan yang digunakan sebagai Pengobatan, kemudian pada Abad 16 beberapa negera mengekplorenya. Saat terjadi penjajahan di Indonesia oleh Belanda, melalui Culturstelsel, Van  den Bosh mengadakan penanaman besar – besaran tumbuhan tembakau. Namun penanaman pada tahun 1830 itu gagal, ia mencoba lagi pada tahun 1910 untuk menanam ulang tumbuhan tembakau ini.

Tidak hanya menanam, tapi sebelum menanam Besoekisch Profstation mengadakan penelitian guna mendapat galur yang cocok. Ia menginginkan adanya persilangan antara tembakau jenis Kedu yang didatangkan dari Luar dan jenis Deli yang berasal dari Indonesia. Penanaman ini dilakukan di daerah Besuki, Jawa Timur.

Lalu pada tahun 1858 diadakan penanaman di Daerah Yogyakarta, tepatnya di daerah Klaten. Dan pada tahun 1863 dipelopori oleh J. Nienhuys diadakan penanaman tembakau diluar Jawa, yaitu di Deli, Sumatera Utara. Dan kini ketiga wilayah itu masih menjadi penghasil tembakau di Jakarta ini.

Pertumbuhan Cerutu amatlah pesat, hingga Indonesia merupakan seorang supplier komoditas tembakau yang memiliki peringkat teratas. Tembakau berupa Cerutu ini juga banyak dicari oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara khususnya warga negara Eropa. Inilah fakta sejarah dan perkembangan cerutu di Indonesia yang dapat dipelajari lebih lanjut pada sub bab sejarah cerutu Indonesia sebelum kemerdekaan.

Sejarah Cerutu Indonesia Sebelum Kemerdekaan RI

Fakta sejarah dan perkembangan cerutu di Indonesia pada era pra Indonesia, Belanda menularkan budaya menghirup cerutunya dibawanya dari negerinya. Mereka tak hanya membawa dari negara asal atau negara eropa dan menghirupnya di Indonesia, tetapi mereka melestarikannya. Mereka membudidayakan tembakau di Indonesia, yang kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan cerutu.

Daerah yang digunakan oleh kolonial Belanda berada di Deli (Sumatra Utara) dan Besuki (Jawa Timur). Hingga kini terkenal sebagai penghasil tembakau berkualitas tinggi, kedua tempat ini tetap menjadi sumber bahan baku tembakau di Indonesia. Selain mempunyai kebun tembakau, Indonesia juga memiliki beberapa pabrik cerutu dan beberapa pabrik rokok ternama.

Namun perkembangan cerutu cukup menurun dan hanya tersisa beberapa perusahaan yang memproduksi cerutu. Contohnya, PD. Tarumartani yang merupakan salah satu pabrik industri cerutu yang dimiliki oleh keluarga Keraton Yogyakarta yang masih ada. Produk cerutu lainnya yang masih diproduksi oleh pabrik besar adalah merek Wismilak (Wismilak) dan Dos Hermanos (PT. Djarum).

Untuk produk cerutu Wismilak di atas adalah produk baru yang tercipta akibat peluang pasar pada Wismilak. Diciptakan melalui beberapa riset penelitian dan perdana percobaan terjadi pada tahun 1999 yang menghasilkan Cerutu Long Filter berstandar Internasioanl. Produk perdana cerutu Long Fiter berstandar Internasional ini langsung diterima di beberapa negara.

Cerutu Long Filter (cerutu dengan isian daun tembakau utuh) ini memiliki kualitas dan kestabilan rasa dengan Premium Cigar yang berstandar Internasional. Ada juga cerutu merk Tambo yaitu Gulungan Tembakau dari Tambolaka NTT ini berhasil memikat konsumen Cerutu mancanegara misalnya di Belanda, Belgia, Jerman, Singapura dan negara lainnya.

Related image

Tidak hanya dibeli untuk dinikmati semata, tetapi cerutu digunakan untuk cinderamata bagi turis asing yang sedang berkunjung di Indonesia. Ada juga merek cerutu yaitu Wismilak yang ikut meramaikan pasar cerutu tentunya juga berasal dari Indonesia. Merk lain adalah Dos Hermanos yang biasa dijadikan cenderamata bagi turis asing yang berkunjung di Indonesia.

Cerutu di Indonesia Saat Ini: Semakin Unggul Menciptakan Sejarah Komoditas

Indonesia merupakan lahan yang menjanjikan untuk daerah seperti, Kuba dan negara Eropa yang memproduksi Cerutu. Bahkan telah banyak yang mengenal Besuki Na Oogst (BNO) yang merupakan daun tembakau dari Besuki, Jember. Daun ini cocok digunakan untuk Pembalut, Pengikat, Pembungkus bahkan untuk isi dari cerutu itu sendiri.

Tembakau Besuki memiliki karakteristik elastis, rasa dan warna daunnya yang coklat kehitaman ini mengharumkan Jawa Timur sebagai daerah penghasilnya. Pabrik tertua penghasil cerutu yang berada di Desa Jelbuk, Jember merupakan Industri Bobbin PTPN yang berumur sekitar 2 abad. Tembakau jember ini juga diekspor ke Breman, Jember dan memiliki cita rasa yang tak kalah dari Kuba atau Amerika.

Produksi unggulan dari perkebunan di Jember adalah komoditi tembakau. Kabupaten Jember ini merupakan pemasok tembakau Jember untuk bahan baku pembuatan cerutu di Kuba, Amerika, Jerman dan Swiss. BUMN yang mengelola tembakau di Jember ini yaitu PT. Perkebunan Nusantara X (PTPNX), bertempat pada Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember.

Adanya BUMN yang mengatur ekspor tembakau di Jember ini merupakan antisipasi terjadinya persaingan pasar di Luar Negeri. Selain memasarkan Tembakau secara langsung, PTPNX juga mengembangkannnya melalui Industri BOBIN (Indutri Produksi Cerutu) dan Karyawan Koperasi Indonesia. Pembuatan cerutu di Jember ini masih menggunakan Metode ‘Hand made’ dan ini memperoleh predikat nomor 2 terbaik di dunia. Mendapat predikat kedua se Dunia setelah Kuba, cerutu yang diproduksi oleh Jember. Beberapa merek cerutu premium terkenal produksi dari Jember adalah Cadenza Premium Robusto, Bosluck Robusto, Airlangga dan Brawijaya. Fakta sejarah dan perkembangan cerutu di Indonesia inilah yang dapat kami sajikan, semoga bermanfaat.

Jangan lupa LIKE dan SHARE artikel ini ya guys.

Silakan LIKE dan SHARE :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.