Perusahaan Cerutu Indonesia Punya Banyak Sejarah

Kiprah  perusahaan-perusahaan cerutu di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda selalu memiliki kisah sejarah berkesan dan beraneka ragam hingga kini. Mulai dari sebuah kisah pemberlakuan tanam paksa beberapa wilayah di masa penjajahan, hingga perjuangan untuk memberi perlawanan kepada penjajah. Berbagai kenangan sejarah tersebut berjalan berdampingan seiring dengan dikenal dan dikembangkannya sebuah cerutu yang sebelumnya benar-benar asing di nusantara tercinta ini.

Banyak sekali perusahaan cerutu yang pada awalnya didirikan oleh Belanda sebagai salah satu sistem tanam paksa produk hasil pertanian. Namun, seiring waktu yang terus berjalan dan meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa mereka dijajah, maka perjuangan mengambil alih perusahaan pun dilakukan. Beberapa perusahaan cerutu yang kemudian diambilalih, kini justru tidak dapat berkembang, kondisinya pun mengkhawatirkan, berikut perusahaan-perusahaan cerutu yang bersejarah.

  • Taru Martani

Di awal 1918 namanya Firma (Fa) Negresco, yang hanya diproduksi untuk orang-orang Belanda di Yogyakarta. Namun di tahun 1930, sejak diambilalih oleh Jepang berubah menjadi Jawa Tobacco Kojo. Kemudian diambil alih kembali oleh Belanda saat invasi militer di tahun 1949, tetapi kekacauan politik membuatnya tidak beroperasi. Alat-alat pembuat kopi yang berasal dari Cirebon diambil sehingga pabrik benar-benar kosong hingga 1956 dibeli oleh pemerintah Yogyakarta dan Bank Indonesia dengan nama Taru Martani (Daun Kehidupan)

  • PT. Perkebunan Nusantara X (PTPN X) Jember

Cadenza adalah satu produksi unggulan dari PTPN X Jember

Pada perkembangannya, PTPN X memegang pengelolaan tanaman tembakau yan menghasilkan cerutu yang terkenal di dunia tahun 1996. Namun, sebelumnya sejak 1830 sudah dikelola pada masa Gubernur Jenderal yang terkenal dengan sistem cultuurstelsel-nya (sistem tanam paksa), yakni Van den Bosch.

  • Ko Kwat Ie

Selanjutnya pabrik cerutu di Magelang yang didirikan pada tahun 1900 yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia. Tempat ini pernah dijadikan sebagai persembunyian para pejuang dari operasi militer Belanda, serta dijadikan tempat membuat persenjataan.

Perusahaan Cerutu Indonesia Dari yang Tertua

Sejarah menorehkan kisah yang tidak kalah penting untuk menunjukkan kiprah perusahaan-perusahaan cerutu di Indonesia. Berikut kiprahdari sebagian perusahaan-perusahaan cerutu di Indonesia yang berhasil dirangkum:

  • Culturstelsel (1830, 1856-1996) – PTPN X (1996-sekarang)

Di Besuki, Kabupaten Jember Jawa Timur, adalah salah satu  wilayah yang terkena dampak dari penerapan tanam paksa di Jawa. Pembudidayaan utama pada masa itu adalah pada tanaman tembakau, di tahun 1830, tetapi menuai kegagalan. Namun, Van Den Bosch tak menyerah. Tahun 1856 produksi cerutu Jember kemudian mengalami kejayaan hingga sekarang terkenal sampai diekspor ke mancanegara, khususnya Eropa dan Amerika. Di wilayah Jember pada saat ini ada 3 perusahaan cerutu besar yang bermain di pasar lokal maupun internasional yaitu PTPN X, PT. BIN (Boss Image Nusantara) Cigars dan PT. MDR (Mangli Djaya Raya).

  • Deli Maatchappij (1870)

Deli Maatchappij di Sumatera Utara juga termasuk salah satu perusahaan cerutu yang muncul akibat tanam paksa. Namun, perusahaan ini menuai kejayaan sejak pertama kali didirikan, saat ini produksinya mengalami penurunan karena lahan semakin berkurang.

  • Ko Kwat Ie (1900)

Perusahaan cerutu selanjutnya adalah Ko Kwat Ie di Magelang yang saat ini tidak beroperasi lagi. Namun, perusahaan ini pernah mengalami peristiwa sejarah dan cukup jaya di masanya.

  • Pabrik Cerutu Rizona (1910)

Di Temanggung, Jawa Tengah, terdapat pabrik cerutu yang didirikan pada tahun 1910 yang bukan didirikan oleh Belanda tetapi pengusaha Tiong Hoa. Pabrik ini cukup jaya di masanya hingga kini, namun popularitasnya menurun karena warga Indonesia sangat sedikit yang mengkonsumsi cerutu.

  • Taru Martani (1918)
Image result for taru martani

Taru Martani didirikan di Yogyakarta, produksi cerutunya tidak sebegitu terkenal jika dibandingkan dua wilayah utama untuk tanam paksa. Karena produksi cerutunya hanya untuk warga Belanda yang bertempat tinggal di Yogyakarta serta pada saat itu produksi cerutunya diperuntukkan bagi kalangan bangsawan dan raja saja. Namun kini produk Taru Martani sudah terkenal dan banyak diekspor ke Eropa.

  • PT. Wismilak (1962)
Image result for wismilak cigars

Pada awal didirikan bernama PT. Gelora Djaja, kemudian memasuki tahun 1999 mulai diproduksi Wismilak Premium Cigars. Wismilak Cigars adalah produk cerutu yang premium, yang memiliki kualitas internasional serta menjadi produk unggulan ekspor. Harganya pun cukup lumayan tinggi untuk saat ini.

  • PT. Djarum (1977)
Image result for dos hermanos cigars

PT Djarum tergolong sebagai perusahaan rokok yang baru berdiri di tahun 1927 yang juga memproduksi cerutu. Kehadirannya lama-kelamaan semakin terkenal seiring dengan produk andalannya seperti cerutu merk Dos Hermanos.

Perjalanan Perusahaan Cerutu Indonesia Hingga Kini

Kiprah perusahaan-perusahaan cerutu di Indonesia dalam perkembangannya dapat dijadikan sebagai sebuah jejak penting yang sempat mempengaruhi perkembangan ekonomi bangsa. Meskipun hasilnya bisa dinikmati setelah masa penjajahan Belanda, tetapi itu menjadi sebuah prestasi yang luar biasa. Dapat ditambahkan dalam catatan sejarah bahwa Indonesia juga memiliki produksi hasil pertanian tembakau yang tidak kalah kualitasnya di dunia.

Sejarah menunjukkan hampir keseluruhan perusahaan cerutu di Indonesia didirikan oleh Belanda karena sebelumnya warga nusantara sama sekali belum mengenal cerutu. Hal tersebut sebenarnya tidak terlalu merugikan bagi masa depan bangsa, mengingat banyaknya penyiksaan pada saat penerapan sistem tanam paksa. Toh, pada akhirnya semua keberhasilan itu dapat diambilalih oleh Indonesia, meskipun dengan berbagai upaya yang tidak bisa dibilang mudah.

Setiap perusahaan cerutu di Indonesia yang memiliki catatan sejarah penting yang seharusnya perlu diketahui oleh bangsa justru banyak terlupakan jejaknya. Kembang kempis yang dialami banyak perusahaan cerutu pun tidak dapat menjadikannya sebagai sebuah pengingat sejarah cerutu di masa lalu. Hanya produknya yang tinggal beberapa perlu untuk dimuseumkan, namun cerutu dengan inovasi baru lebih mudah untuk diingat dan dipasarkan, khususnya bagi masyarakat milenial pada saat ini.

Banyak perusahaan cerutu lokal bersejarah yang pada akhirnya gulung tikar digantikan perusahaan yang lebih populer di kalangan rakyat. Padahal, potensi pasar masih terbilang tinggi untuk diekspor ke luar negeri, tetapi berbagai faktor gulung tikar memang tidak bisa dihindari. Produksi cerutu di Indonesia saat ini justru mulai menurun jumlahnya, karena warga lebih menyukai produksi rokok kretek. Meskipun cerutu kini dibilang sudah akrab dengan berbagai kalangan termasuk mahasiswa, tetapi masih banyak juga yang asing dengan cerutu. Mereka adalah masyarakat yang masih menganggap bahwa cerutu digunakan oleh golongan menengah ke atas saja, tanpa mengetahui berbagai manfaatnya.

Silakan LIKE dan SHARE :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.